PRABUMULIH,PUBLIKZONE– Hampir setiap tahun, proses pendaftaran kerja sama media dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Prabumulih selalu menuai keluhan dan polemik dari kalangan insan pers.
Informasi dihimpun awak media, pada pendaftaran kerja sama media tahun ini tercatat sebanyak 117 media mendaftar melalui sistem online dan menyerahkan berkas administrasi. Namun, dari jumlah tersebut ditemukan berbagai persoalan serius.
Salah satunya adalah data media ganda, di mana terdapat dua media dengan nama yang sama namun tidak dilakukan penghapusan atau perbaikan data. Padahal, temuan tersebut telah disampaikan oleh awak media agar segera diperbaiki.
“Sudah disarankan agar diperbaiki, tapi tidak digubris dengan berbagai alasan,” ungkap sumber awak media.
Tak hanya itu, ditemukan pula wartawan yang secara administrasi terdaftar, memiliki KTP Prabumulih, namun tidak pernah melakukan peliputan di wilayah Prabumulih. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya wartawan siluman yang hanya tercatat di atas kertas.
Situasi tersebut dinilai sangat merugikan media lokal yang aktif melakukan peliputan di Kota Nanas. Apalagi, juga ditemukan adanya wartawan yang memegang lebih dari satu media, yang jelas bertentangan dengan prinsip profesionalisme jurnalistik.
Hingga kini, Diskominfo Prabumulih disebut belum melakukan verifikasi faktual terhadap media dan wartawan yang mendaftar. Proses yang dilakukan baru sebatas pengecekan kelengkapan berkas administrasi.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Prabumulih, Hardoko Susanto BSM, menegaskan agar Diskominfo Prabumulih mematuhi dan menegakkan aturan kerja sama media yang telah disepakati sebelumnya.
“Memang belum dilakukan verifikasi bersama, sudah terjadwal kamis ini (29/1/2025) kita akan melakukan verifikasi secara bersama dengan ketua PWI Prabumulih Ronal Artas. Aturan yang sudah dibuat ditegakkan, bukan justru dilanggar,” tegas pria disapa akrab Doko ini.
Ia juga berharap ke depan tidak ada lagi wartawan siluman di Prabumulih dan kerja sama media dilakukan secara profesional, terutama melalui mekanisme advertorial yang jelas dan terukur.
Mari kita dukung bersama visi misi H.Arlan dan Frangky Nasril kedepannya lebih baik lagi sehingga tidak mencoreng semangat perubahan yang sudah diterapkan sekarang ini, tutupnya singkat. (Dk/Rils)





0 Komentar