Mahasiswa S2 PTIK Bersama Siswa Setukpa Polri Ajak Warga Cambai Stop Bakar Lahan

 

PRABUMULIH – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Satgas Edukasi Karhutla yang terdiri dari mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri dan siswa Setukpa Polri melaksanakan kegiatan penyuluhan dan imbauan di Aula Kantor Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Camat Cambai Hendri, S.H., M.M., Kapolsek Cambai Iptu Haryoni Amin, S.H., mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri Andi Ananta Grilyautama, S.Tr.K., M.H. dan Arya Wisnu Dwi S., S.Tr.K., M.H., serta siswa Setukpa Polri Agung Pratama Padli.

Turut hadir Sekcam Cambai beserta jajaran pegawai Kecamatan Cambai, Ps. Kanit Binmas Polsek Cambai Aiptu Hendra Purwadi, Kasium Polsek Cambai Aiptu Kardono, S.H., M.H., Ps. Kanit Propam Polsek Cambai Aipda Sapri Haryoni, Ps. Kanit Intelkam Polsek Cambai Aipda Sarwo Edi, personel Polsek Cambai, para lurah dan kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa se-Kecamatan Cambai, perwakilan Linmas, serta RT/RW se-Kecamatan Cambai.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Camat Cambai, sambutan Kapolsek Cambai, penyampaian materi oleh mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri dan siswa Setukpa Polri, diskusi, penutup, serta foto bersama.

Dalam sambutannya, Camat Cambai Hendri, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi Karhutla yang digelar di wilayah Kecamatan Cambai. Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat di Kecamatan Cambai dapat memahami dan menaati imbauan untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla,” ujar Camat Cambai.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas seluruh unsur terkait dalam melakukan pencegahan Karhutla. Pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, pemerintah kelurahan dan desa, hingga perangkat masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api.

Sementara itu, Kapolsek Cambai Iptu Haryoni Amin, S.H., mengucapkan terima kasih kepada Camat Cambai, mahasiswa S2 PTIK Polri, siswa Setukpa Polri, serta seluruh tamu undangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek Cambai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan melakukan langkah pencegahan sejak dini. “Mari kita bersama-sama menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kecamatan Cambai,” ungkapnya.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri dan siswa Setukpa Polri mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kegiatan pembakaran lahan untuk keperluan pembersihan. Pasalnya, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan mudah menyebar dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas apabila tidak dikendalikan.

Disampaikan pula bahwa berdasarkan edukasi yang diberikan, faktor manusia menjadi salah satu faktor dominan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan Karhutla. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terlebih pada kondisi cuaca yang panas dan kering.

Tim edukasi juga mengingatkan bahwa kondisi musim kemarau dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas atau hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Situasi tersebut perlu diantisipasi bersama dengan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila ditemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.

Selain berdampak terhadap lingkungan, Karhutla juga dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta iritasi pada mata dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Karhutla juga berpotensi merusak ekosistem dan lingkungan hidup. Karena itu, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat melalui kepedulian, pengawasan lingkungan, serta kepatuhan terhadap imbauan dan aturan yang berlaku.

Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, Tim Satgas Edukasi Karhutla berharap pesan pencegahan dapat diteruskan kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan, desa, RT dan RW. Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan wilayah Kecamatan Cambai yang aman dari ancaman Karhutla.

Kegiatan penyuluhan dan imbauan tersebut selesai sekira pukul 11.40 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, kondusif dan terkendali. Polsek Cambai bersama seluruh unsur terkait terus mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

 


Posting Komentar

0 Komentar