Perkuat Pencegahan Karhutla, Mahasiswa S2 PTIK dan Siswa Setukpa Polri Bersama Polsek RKT Turun ke Masyarakat

 

Prabumulih – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Satgas Edukasi Karhutla yang terdiri dari mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri dan siswa Setukpa Polri melaksanakan kegiatan penyuluhan dan himbauan kepada masyarakat di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.15 WIB di Aula Kantor Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih. Kegiatan dihadiri Camat RKT Satria Karsa, S.E., M.Si., Kapolsek RKT Ipda Wendi Kurniawan, S.Psi., M.H., mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri Andi Ananta Grilyautama, S.Tr.K., M.H. dan Arya Wisnu Dwi S., S.Tr.K., M.H., serta Siswa Setukpa Polri Agung Pratama Padli.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ps. Kanit Provost Polsek RKT Aiptu Mardius, S.H., Ps. Kanit Binmas Polsek RKT Aiptu Joni Febriono, S.H., Ps. Kanit Patroli Polsek RKT Aiptu Abdul Halik, Ps. Kanit Intelkam Polsek RKT Aipda Martianus, Seklur Tanjung Rambang Yeni, para kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan RKT, Bhabinkamtibmas Polsek RKT, perwakilan Linmas Kecamatan RKT, serta perwakilan RT/RW Kelurahan Tanjung Rambang.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Camat RKT, penyampaian materi oleh mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri, diskusi bersama, penutup, serta foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintahan desa, perangkat kelurahan, serta unsur masyarakat mengenai pentingnya pencegahan karhutla sejak dini.

Dalam sambutannya, Camat RKT Satria Karsa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Satgas Edukasi Karhutla di wilayah Kecamatan Rambang Kapak Tengah. Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah bersama.

“Terima kasih atas kehadiran seluruh pihak dalam kegiatan sosialisasi karhutla di Kecamatan Rambang Kapak Tengah. Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” ujar Satria Karsa.

Sementara itu, mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri menyampaikan bahwa kebiasaan membakar lahan untuk membersihkan areal tidak boleh dianggap sebagai hal yang sepele. Pembakaran yang tidak terkendali dapat meluas dan menimbulkan dampak yang besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas sosial dan ekonomi.

Tim Satgas juga mengingatkan masyarakat Kota Prabumulih, khususnya di wilayah Kecamatan RKT, agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Masyarakat diajak untuk meninggalkan kebiasaan atau norma lama yang menganggap pembakaran lahan sebagai cara mudah untuk membersihkan lahan, terlebih pada kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Dalam penyampaian materi, tim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat. Kondisi cuaca pada musim kemarau perlu diwaspadai karena vegetasi yang kering lebih mudah terbakar dan api dapat dengan cepat merambat apabila tidak segera ditangani.

Tim Satgas juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan antara hotspot dan titik api. Hotspot merupakan indikasi suhu panas yang terdeteksi melalui pengamatan satelit, sedangkan titik api berkaitan dengan adanya pembakaran atau sumber api di lapangan. Pemahaman tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat lebih cepat merespons setiap indikasi potensi kebakaran.

Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas, Linmas, serta perwakilan masyarakat. Diskusi menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam melakukan pencegahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah Kecamatan RKT.

Kapolsek RKT Ipda Wendi Kurniawan menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

“Pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan adanya potensi kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tegas Kapolsek RKT.

Usai kegiatan penyuluhan, mahasiswa S2 PTIK Lemdiklat Polri Andi Ananta Grilyautama, S.Tr.K., M.H., Arya Wisnu Dwi S., S.Tr.K., M.H., dan Siswa Setukpa Polri Agung Pratama Padli bersama personel Polsek RKT melanjutkan kegiatan sosial dengan membagikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Kelurahan Tanjung Rambang.

Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. Melalui rangkaian kegiatan edukasi dan bakti sosial, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan dan mencegah karhutla merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Polsek RKT bersama Tim Satgas Edukasi Karhutla berharap pesan-pesan pencegahan dapat diteruskan oleh para kepala desa, perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, Linmas, RT/RW, hingga masyarakat secara luas. Sinergi dan kepedulian bersama diharapkan mampu meminimalisir potensi karhutla serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan kondusif di wilayah Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih.

 


Posting Komentar

0 Komentar