PALEMBANG, - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar pertemuan strategis awal bersama perwakilan pimpinan sektor industri perkebunan, pertambangan batu bara, dan migas, Sabtu 7 Maret 2026.
Pertemuan
yang berlangsung di Kantor Perwakilan Pemkab Muba di Palembang ini, dipimpin
langsung oleh Kadisnakertrans Muba Herryandi Sinulingga, AP, didampingi Kabid
HI Faezal Pratama dan Thomas.
Rapat
ini merupakan langkah konkret untuk merumuskan penciptaan lapangan kerja yang
sesuai dengan kebutuhan industri di Musi Banyuasin.
Hal
ini sekaligus menjadi rencana bentuk nyata tindak lanjut program Bupati HM Toha
Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, yakni menuju Muba Maju Lebih
Cepat dan Sejahtera melalui penguatan sektor ketenagakerjaan.
Kepala Disnakertrans
Muba, Herryandi Sinulingga, AP, menegaskan fokus utama pemerintah
adalah memastikan "Generasi Unggul Muba" menjadi aktor utama dalam
pembangunan daerah.
"Kami
berdiskusi bersama pendiri Akamigas Bapak Ali Malik dan tim instruktur teknis
untuk merancang pola pendidikan
vokasi yang spesifik.
Tujuannya
agar setiap lowongan kerja di sektor sawit, karet, migas, dan batubara dapat
langsung diserap oleh tenaga kerja lokal yang kompeten dan memiliki sertifikasi
industri," ujar Herryandi, Sabtu 7 Maret 2026.
Dalam
pertemuan tersebut, ditekankan kembali kewajiban perusahaan untuk
memprioritaskan tenaga kerja ber-KTP Musi Banyuasin sesuai mandat Perda Nomor 2
Tahun 2020.
Program ini direncanakan akan didukung melalui optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Dana Pemberdayaan Masyarakat (PPM), sebagai sumber pendanaan Non-APBD untuk melatih generasi muda daerah secara berkelanjutan.





0 Komentar