PRABUMULIH,PUBLIKZONE- Pemerintah Kota Prabumulih terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Hal itu ditandai dengan kegiatan penanaman padi di lahan milik Poktan Rimbe Perumpok, Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan tanam padi serentak dalam rangka menyongsong potensi dampak El Nino sekaligus mendukung pencapaian target produksi padi di Sumatera Selatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wawako Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., unsur Forkopimda dan sejumlah kepala instansi, di antaranya Kasi Intel Kejaksaan Negeri Prabumulih, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Prabumulih, Kapolsek Prabumulih Barat, Danramil, Pabung, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Franky Nasril menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pertanian Kota Prabumulih.
Menurut Franky, program ini merupakan langkah nyata dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ini bagian dari upaya kita menjaga ketahanan pangan. Jika tanaman yang kita tanam hari ini berhasil, maka dalam tiga hingga empat bulan ke depan kita bisa melaksanakan panen raya,” ujar Franky.
Ia berharap panen raya nanti dapat dihadiri langsung oleh Herman Deru, yang membuka kegiatan tanam padi serentak se-Sumatera Selatan.
Franky juga menegaskan bahwa Wako Prabumulih, H. Arlan, menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian. Berbagai program telah dijalankan, termasuk pembukaan lahan gratis bagi masyarakat untuk ditanami sawit, jagung, maupun padi.
Sementara itu, Kadis Pertanian Kota Prabumulih, Alfian, S.P., menjelaskan bahwa total lahan sawah yang ditanami padi di Kelurahan Payuputat mencapai 164 hektare.
“Untuk penanaman simbolis hari ini dilakukan di lahan Poktan Rimbe Perumpok seluas tiga hektare. Benih padi sebelumnya telah diserahkan oleh Wali Kota Prabumulih,” jelas Alfian.
Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 32, dengan potensi produksi mencapai 7 hingga 8 ton per hektare.
Dengan potensi hasil tersebut, Pemkot Prabumulih optimistis program ini mampu mendukung kebutuhan beras masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (Dk)





0 Komentar