PRABUMULIH
– Peserta Didik Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sekolah Pengembangan Profesi
Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-4 Sespim Lemdiklat Polri melaksanakan kegiatan
sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Patih
Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan
yang dimulai pukul 15.15 WIB tersebut berlangsung di KUD Maju Serasan (KMS),
kediaman Hendri Edi, di Jalan Lintas Gunung Kemala–Payuputat RT 02/RW 01,
Kelurahan Patih Galung. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat
sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan
kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan
dihadiri oleh Kapolres Prabumulih yang diwakili Kasat Binmas AKP Sardinta,
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih Drs. Mulyadi Musa, M.Si., Kepala
Dinas Pertanian Kota Prabumulih Alfian, S.P., Kapolsek Prabumulih Barat IPTU
Tomas Siswo Purnomo, S.H., Camat Prabumulih Barat Edi Suanto, S.H., M.Si.,
Ketua KUD Maju Serasan Hendri Edi, anggota BPBD Posko Karhutla Barat Kota
Prabumulih, personel Polsek Prabumulih Barat, Ketua RT/RW Kelurahan Patih
Galung dan Kelurahan Tebing Tanah Puteh, perwakilan Linmas, serta masyarakat
Kecamatan Prabumulih Barat.
Sementara
itu, peserta didik KKP SPPK Angkatan ke-4 Sespim Lemdiklat Polri yang hadir
dalam kegiatan tersebut yakni Lalan Urif Wibowo, S.ST., M.M., Ekanto Yuni Eddy,
S.ST., M.Mar., Juli Hartowo, S.T., M.Tr.A.P., Albert Daniel Hamonangan
Tampubolon, S.H., M.H., R. Ahmad Hari Junianto, S.Kom., M.H., Ahmad Pahmi,
S.Kom., S.H., Zulfadli, S.ST., M.M., serta dr. Laura Cristie, M.T.Kes.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan
dari para pejabat yang hadir. Dalam sambutannya, Kasat Binmas AKP Sardinta yang
mewakili Kapolres Prabumulih menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tamu
undangan serta mengajak masyarakat memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi
mengenai persoalan Karhutla di wilayah Prabumulih Barat.
“Kami
persilakan bapak-bapak dan ibu-ibu untuk menyampaikan pertanyaan maupun masukan
terkait Karhutla di wilayah kita. Penanganan kebakaran hutan dan lahan
membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” ujar AKP Sardinta.
Camat
Prabumulih Barat Edi Suanto, S.H., M.Si., turut menyampaikan ucapan selamat
datang kepada para peserta didik KKP SPPK. Ia menegaskan bahwa Karhutla
merupakan atensi bersama yang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota
Prabumulih, sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pihak dalam upaya pencegahan
maupun penanganannya.
“Karhutla
ini merupakan perhatian kita bersama. Kami bersama masyarakat terus bersatu
padu dalam menanganinya, sejalan dengan semangat ‘Damkar Pantang Pulang Sebelum
Padam’. Mari kita simak bersama materi yang disampaikan peserta didik KKP SPPK
agar dapat menjadi bekal bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam
sesi penyuluhan, perwakilan peserta didik KKP SPPK, Albert Daniel Hamonangan
Tampubolon, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan
masyarakat yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan tersebut. Ia
menegaskan bahwa masyarakat bukan hanya sebagai peserta sosialisasi, tetapi
juga menjadi narasumber penting dalam memberikan informasi mengenai kondisi
Karhutla di lingkungan masing-masing.
“Kami
berharap melalui diskusi ini kita dapat saling bertukar informasi dan
bersama-sama menjadi agen informasi yang menyampaikan kepada masyarakat
mengenai dampak serta bahaya kebakaran hutan dan lahan,” tutur Albert.
Dalam
kesempatan yang sama, peserta didik KKP SPPK dr. Laura Cristie, M.T.Kes.,
memberikan penyuluhan mengenai dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat asap
kebakaran hutan dan lahan. Ia menjelaskan bahwa asap Karhutla mengandung
partikel halus dan zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, terutama
sistem pernapasan, apabila terpapar dalam waktu yang lama.
Ia
juga menekankan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya bertujuan menjaga
kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam melindungi
kesehatan masyarakat dari dampak buruk pencemaran udara akibat kebakaran hutan
dan lahan.
Setelah
penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang
mendapat antusiasme dari masyarakat. Berbagai masukan dan pengalaman lapangan
disampaikan sebagai bahan pembelajaran bagi peserta didik KKP SPPK sekaligus
memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam
menghadapi ancaman Karhutla.
Kegiatan
kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama seluruh peserta. Sekitar pukul
16.30 WIB, rangkaian sosialisasi selesai dilaksanakan dalam keadaan aman,
tertib, dan kondusif.
Melalui
kegiatan ini, Polres Prabumulih bersama peserta didik KKP SPPK Angkatan ke-4
Sespim Lemdiklat Polri berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla
semakin meningkat, sehingga setiap warga dapat berperan aktif dalam mencegah
terjadinya kebakaran hutan dan lahan demi menjaga lingkungan, kesehatan, serta
keselamatan bersama di wilayah Kota Prabumulih.


.jpeg)


0 Komentar